Apakah “Mata Jahat” Benar-Benar Ada?

Selalu ada obrolan dan diskusi tentang “mata jahat” di komunitas kami. Kami mendengar para tetua kami memperingatkan kami untuk menjaga barang-barang berharga kami jika seseorang memandangnya dengan mata jahat. Kami disarankan untuk mengurangi berbicara tentang pencapaian atau pencapaian kami kepada orang lain karena mereka mungkin cemburu dan melemparkan pandangan jahat. Ini sudah menjadi istilah umum bahkan jika kita secara tidak sengaja terpotong kertas, bibi atau anggota komunitas yang bermaksud baik akan mengklaim itu karena mata jahat.

Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa lebih dari separuh Muslim yang disurvei percaya pada mata jahat. Secara khusus, beberapa negara Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan, sangat percaya pada gagasan ini. Tapi apa sebenarnya mata jahat itu? Dan apakah itu benar-benar ada?

apa itu mata jahat?

Mata jahat mengacu pada bahaya yang mungkin dialami seseorang karena kecemburuan atau kecemburuan terhadap orang lain. jahat, atau iri dan dengki, adalah dosa dalam Islam. Ini dianggap sebagai salah satu emosi yang paling merusak karena biasanya mengakibatkan jatuhnya kesehatan mental, harga diri, dan kebahagiaan seseorang. Kecemburuan juga dikenal sebagai penyakit jiwa.

apakah itu ada?

Istilah mata jahat, atau al-ayn dalam bahasa Arab, berasal dari iri dan dengki dan berbentuk kemalangan atau nasib buruk. Dan itu adalah hal yang sangat nyata.

Ketika kita mencoba untuk melegitimasi suatu istilah atau tindakan, kita harus melihat ke Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW berbicara tentang mata jahat dalam berbagai hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari. Dia menyarankan para Sahabat untuk melindungi diri mereka dari mata jahat dengan membaca ayat-ayat tertentu dari Quran dan berdoa kepada Allah untuk perlindungan.

Surah Al Falaq adalah salah satu surah yang melegitimasi mata jahat. Kita tahu bahwa mata jahat terjadi karena rasa iri, dan dalam Surah Al Falaq, Allah SWT memberitahu kita untuk berlindung kepada-Nya dari “…kejahatan orang yang dengki ketika ia mempraktekkan iri hati.”

bagaimana kita melindungi diri kita dari itu?

Tapi bagaimana kita bisa melindungi diri kita dari mata jahat? Nabi Muhammad SAW mendorong para sahabatnya untuk membaca Ruqyah, yaitu mencari perlindungan kepada Allah dengan cara membaca kompilasi ayat-ayat dan doa-doa dari Al-Qur’an. Misalnya, beberapa doa ini adalah:

Hasbi Allahu la ilaha illa huwa, ‘alayhi tawakkaltu wa huwa Rabb ul-‘arsh il-‘azim.” Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Kepada-Nyalah aku bertawakal, Dialah Tuhan Arsy yang Perkasa” (QS 9:129).

A’oodhu bi kalimat-Allah al-tammati min ghadabihi wa ‘iqabihi, wa min sharri ‘ibadihi wa min hamazat al-shayateeni wa an yahduroon.Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka dan hukuman-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya dan dari bisikan setan dan dari kehadiran mereka.

Kita juga dapat melindungi diri dengan terus menerus membaca Ayat-al-Kursi, Surah Fatihah, dan tiga surah terakhir dalam Al-Qur’an, Surah Ikhlaas, Falaq, dan Naas. Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan para sahabatnya untuk terus memuji Allah SWT ketika mengagumi seseorang atau sesuatu. Kita harus memasukkan kata “Masha Allah” ke dalam kehidupan kita sehari-hari.

haruskah kita menyalahkan semuanya pada mata jahat?

Sayangnya, istilah “mata jahat” telah menjadi begitu normal sehingga bahkan jika kita mengalami kesulitan terkecil atau kemunduran terkecil, kita cenderung secara otomatis menyalahkannya sebagai penerima mata jahat yang malang.

Kami menuduh orang yang tidak bersalah memberikan mata jahat. Kita perlu mempertimbangkan dan berhati-hati saat menyalahkan orang lain atas tindakan yang mungkin tidak mereka lakukan. Kita harus ingat bahwa hidup ini adalah ujian dari Allah SWT; tidak semuanya adalah hasil dari kecemburuan atau kecemburuan seseorang. Terkadang hal buruk yang kita alami hanyalah konsekuensi dari tindakan kita sendiri.

Istilah ‘mata jahat’ telah menjadi begitu normal sehingga bahkan jika kita mengalami kemunduran terkecil, kita cenderung secara otomatis menyalahkannya sebagai penerima malang dari mata jahat.

Di banyak budaya dan negara, sangat umum menggunakan jimat atau jimat, menggantungnya di sekitar rumah atau leher untuk menangkal Setan dan mata jahat. Menggunakan jimat, jimat, atau jimat dan mengandalkannya, atau atribut lain selain Allah SWT, adalah haram. Semoga Allah SWT melindungi kita semua.

Sebagai umat Islam, kita harus ingat bahwa setiap musibah atau keberhasilan yang kita hadapi di dunia ini adalah dari Allah SWT. Dunia ini adalah ujian dan kita harus selalu berpaling kepada-Nya ketika kita ragu.