Banyuwangi Muslim Fashion Festival Pilih Dermaga untuk

RADAR BANYUWANGI – Segala sesuatu akibat pandemi Covid-19 sempat membuat pergelaran mode terhenti sepanjang tahun 2020. Namun saat pandemi mereda, peragaan busana pertama kali dihelat di dermaga kamuacht Pantai Marina Boom. Namanya Banyuwangi Muslim Fashion Festival (BMFF).

Ini mungkin bahkant mode yang paling ketat dari segi protokol kesehatan di Banyuwangi. Saat itu, Teten Masduki yang merupakan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) didapuk untuk membuka agenda BMFF.

Teten Masduki juga mengapresiasi kegiatan yang menunjukkan aktivitas ekonomi di daerah mulai bergerak meski pandemi Covid-19 masih mewabah. Para pelaku usaha, termasuk UMKM harus sudah mulai menyiapkan diri untuk kembali menjalankan bisnis. Yang tentunya harus diiringi dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Banyuwangi mulai semangat berupa inovasi bidang industri kreatif mode. Menariknya, peristiwa ini bukan hanya peragaan busana, melainkan dilakukan dengan pendekatan ekosistem yang utuh di dalamnya ada rangkaian pendukungan pengembangan desain produksi baju siap pakai, juga pariwisata dan lainnya

Pergelaran busana kali ini menyuguhkan 54 desain busana muslim karya empat desainer dari Komunitas Desainer Banyuwangi (KDB) dan desainer nasional, Wignyo Rahadi. Empat desainer Banyuwangi yang terlibat yakni Sanet Sabintang, Risky Esa Sauqi, Miftahur Ridho, dan Isyam Syamsi.

Selain itu, juga ditampilkan 20 karya peserta kelas inkubasi desain mode dan produksi baju siap pakai. pelatihan inkubasi mode ini diikuti 40 anak-anak muda Banyuwangi yang tertarik berkarya di industri mode.

Puluhan desain busana muslim menawan diperagakan para model di atas ponton apung dermaga kapal pesiar Pantai Marina Boom yang disulap menjadi catwalk. Berlatar pantai, kapal pesiardan gedung warisan yang menjadi ikon Marina Boom, ajang ini menjadi peragaan busana yang mengagumkan. Ditambah lagi dengan kehadiran model nasional, Zee Zee Shahab yang mengenakan baju rancangan desainer Banyuwangi, Sanet Sabintang.

Salah satu desainer Banyuwangi, Isyam Syamsi mengakui, perkembangan industri mode di Banyuwangi berkembang cukup pesat dari tahun ke tahun. Hal itu berdampak juga dengan banyaknya masyarakat Banyuwangi yang lebih modis dalam hal berpakaian. Lebih banyak pilihan berbusana yang cantik dan anggun. ”Dampak lainnya mulai bermunculan desainer-desainer muda yang merambah di industri mode dengan merek lokal. Yang tidak kalah bagus dari segi desain, pemilihan bahan, mode, dan lainnya,” ujarnya.

Selama dua tahun liburan pandemi, kata Isyam, peragaan busana acara sempat terhenti. Tidak hanya di Banyuwangi, tapi juga di semua kota. ”Saya berharap ke depan, industri mode di Banyuwangi lebih banyak lagi memberi wadah untuk desainer, generasi muda, pelajar-pelajar SMK, serta anak muda kreatif daerah. Agar Banyuwangi yang masih kental dengan kearifan budaya lokalnya, mampu bersaing dengan para desainer daerah lain. Bahkan, bisa lebih sukses di kancah nasional maupun internasional dengan membawa merek lokal Banyuwangi,” ucapnya. (ddy/bay/c1)